Ya Ampyuuun!!!
Sekitar seminggu yang lalu- aku lupa tepatnya hari apa, pas pulang kantor jam 5 an lah, aku ambil rute seperti biasa : RSUD dr Kariadi - Rinjani - Kaliwiru. Secara rumahku di daerah Semarang Atas dan kantor ada di Jalan Pandanaran, rute itulah yang paling cepet dan nggak muter. Nggak kayak biasanya si.. sepanjang menuju RSUD ( deket lapangan Garnisun ) banyak sekali polisi berjaga, bingung dan panik. Aku tuh sangat phobia dengan yang namanya polisi. Sumpah deh.. pernah suatu ketika ada pemeriksaan kelengkapan surat kendaraan bermotor, aku mimisan di depan pak polisi nya!!!! malu2 in bangeeeeeeet. Padahal surat2ku lengkap. Tapi ternyata, bapak2 polisi yang ada di jalan Kalisari itu bukan sedang patroli, tapi mengamankan jalan di sekitar Polwiltabes untuk Upacara Penghormatan Terakhir Wakapolwil Semarang yang hari itu di tembak oleh anak buahnya.
Btw, aku bingung... seorang perwira polisi (yang tentu saja sudah melewati proses pendidikan selama bertahun2) telah menembak atasannya hingga tewas, meskipun semua tidak di rencanakan, tapi semua bersumber dari satu hal yang sulit diterima menurutku : sang penembak enggan di mutasi kan ke Polres Kendal. Ya ampyuuuuuuun.. Semarang - Kendal itu deket banget... padahal belum ke Maksar, Palembang ato Ambon kan?! masih sama2 Jawa Tengah, satu karesidenan malah... Tapi dengan kejadian itu, tentu saja semuanya selesai. Diluar masalah takdir, sikap emosional itu membuat keadaan menjadi lebih buruk. Menyedihkan ya...
Satu lagi, tadi pagi jam 5 an kali ya... aku liat di Reportase Pagi seorang polisi melakukan upaya bunuh diri. Kalo nggak salah denger di daerah Sumatera Barat deh.. bapak Polisi ini katanya nggak kuat menahan cobaan karena isterinya yang sedang sakit nggak kunjung sembuh dan membutuhkan biaya besar tentunya. Karena kejadian itu di pikirkan untuk tes kondisi kejiwaan bagi polisi di lingkungan tersebut.
Aku si sempet mikir, emang selama ini nggak pernah ya?! mungkin dipikirnya seorang bapak polisi itu selalu taff, sangar dan nggak pernah drop... well, bapak polisi kan juga manusia, tentu punya sisi "lelah dan lemah" juga.. hanya saja mungkin dituntut untuk tidak memperlihatkannya karena posisinya sebagai "pelindung" masyarakat, sehingga harus selalu terlihat lebih kuat dari orang lain...
Ambil aja pelajarannya, emosional hampir nggak pernah menghasilkan sesuatu yg lebih baik... meskipun untuk tidak emosional ternyata lebih sulit. Percaya deh ketika kita tidak mengendalikan segala sesuatu yang berkaitan dengan tiga hal: Hati, perut, dan segala sesuatu yg berhubungan dengan hasrat biologis, itu pasti akan sangat merusak...
