Kamis, Juli 20, 2006

obsesi, obsesi

Selamat pagi dunia, selamat pagi matahari, dan seperti biasa selamat pagi file yg mnumpuk...

sedang berusaha ngumpulin semangat lagi ni, lumayan lah bwt modal kerja hari ini :) nggak seru juga kl kerja bawaanya bete terus, kerasanya smakin capeeek buangeeet!!! btw kmrn sore jalan ma sahabatku ter... (banyak 'ter' yg bisa mewakili dia loh!), Fina. Biasa kangen2an gitu deh, secara kita dah lama g ktemu (sering ding, cm g prnah sempet ngobrol). nyeritain kabarnya temen2 lama, aku cerita juga ttg si Right Man. Cuma ma dia aku bisa dgn nyaman nyeritain Right Man. aduuuh, jadi inget Right Man deh...

Right Man adlh obsesi yg pengen aku ilangin, ceritanya sekarang aku punya obsesi untuk membunuh sebuah obsesi. kalo orang bilang, "setiap orang punya semangat untuk hidup karena dia mempunyai dan selalu menumbuhkan obsesi dia miliki", itu benar! dan sekarang obsesiku adlh membunuh obsesi itu sendiri... obsesi yg mbwt ku sama sekali nggak nyaman, sebuah obsesi yg menyesakkan, sebuah obsesi yang dimulai dengan kata 'Right Man'.Pengen sebenernya mempertahankan obsesi itu, tapi kadang aku mikir 'bwt apa?'. jujur aku juga nggak nemuin satu pun kebaikan dari mempertahankan obsesi itu. mungkin kesannya sepele, tapi kondisi ini bener2 bwt ku sangat g nyaman. aku juga tahu butuh waktu kalo harus menghilangkan obsesi itu, seperti halnya dari 'tidak ada menjadi ada' dan 'ada menjadi tidak ada'. aku percaya kalo obsesi itu bisa datang sendirinya, dia bisa pergi dengan sendirinya pula. tapi ketika dia datang, aku menumbuhkannya... jadi sekarang aku juga yg harus berusaha untuk menghilangkannya.

sedih, rasanya nggak relaaa bgt. tapi harus. setiap aku punya mimpi, aku selalu menyemangati diriku " Gapailah langit tinggi. sebab kalaupun meleset, km tetap akan berada diantara bintang2". kayaknya itu nggak berlaku ya di sini...

ataukah aku harus menumbuhkan obsesi2 yg lain untuk membunuh obsesi itu?

Posted by nadia at 11:29:50 | Permanent Link | Comments (0) |
Komentar
Tulis komentar